Menurut WE Online, Jakarta - Kasperky Lab telah mendeteksi adanya
perilaku ganjil dalam ancaman terbaru darikelompok ransomware enkriptor,
TeslaCrypt. Versi 2.0 dari Trojan yang terkenal menginfeksi komputer para gamer
ini, memperlihatkan halaman HTML di web browser yang merupakan salinan dari CryptoWall
3.0, program ransomware lain yang juga terkenal kekejamnya.
Kemungkinan pelaku ancaman melakukan ini sebagai sebuah bentuk
pernyataan: sejauh ini, masih banyak berkas komputer yang dienkripsi oleh
CryptoWall tidak dapat didekripsi, tidak seperti kasus-kasus infeksi TeslaCrypt
yang lalu. Setelah infeksi sukses, program jahat ini menuntut tebusan sebesar
US$500 untuk kunci dekripsi; bila korban menunda, jumlah tebusan bertambah dua
kali lipat.
Kasus awal dari TeslaCrypt terdeteksi pada Februari 2015 dan ransomware
Trojan baru ini langsung memperoleh reputasi sebagai ancaman berbahaya bagi
para komputer gamer. Di antara tipe berkas yang menjadi targetnya, TeslaCrypt
mencoba untuk menginfeksi berkas gaming khusus: game saves,profil pengguna,
rekaman ulangan adegan, dan sebagainya. Namun demikian, TeslaCrypt tidak dapat
mengenkripsi berkas yang ukurannya lebih besar dari 268MB.
Mekanisme Infeksi
Ketika menginfeksi korban baru, TeslaCrypt membuat alamat Bitcoin baru
dan unik untuk mendapatkan uang tebusan dan kunci rahasia untuk menarik uang
tersebut. Server C&C TeslaCrypt berlokasi di dalam jaringan Tor. Trojan
versi 2.0 ini menggunakan dua set kunci: satu set unik dan berada dalam sistem
yang terinfeksi, sedangkan satu set lainnya dibentuk berulang kali setiap
program di-relaunch dalam sistem. Selain itu, kunci rahasia yang digunakan
untuk mengenkripsi berkas pengguna tidak disimpan dalam hard drive, sehingga
membuat proses dekripsi menjadi jauh lebih rumit.
Program dari kelompok malware TeslaCrypt ketika diamati menyebarluas
melalui exploit kit Angler, Sweet Orange, dan Nuclear. Dalam mekanisme
penyebaran malware ini, korban mengunjungi situs yang terinfeksi dan kode
program ini memanfaatkan kerentanan browser, biasanya dalam plugins, untuk
memasang malware di komputer target.
"TeslaCrypt, pemburu para gamer, didesain untuk menipu dan
mengintimidasi pengguna. Misalnya, versi sebelumnya menampilkan pesan kepada
korban yang mengatakan bahwa berkas mereka dienkripsi oleh RSA-2048 encryption
algorithm yang terkenal itu, dan kemudian mendemonstrasikan bahwa tidak ada
pilihan lain selain membayar tebusan. Kenyataannya, penjahat cyber ini tidak
menggunakan algoritma tersebut. Di modifikasinya yang terbaru, TeslaCrypt
meyakinkan korban bahwa mereka berurusan dengan CryptoWall – apabila berkas
pengguna terenkripsi olehnya, tidak ada jalan untuk mendekripsikan berkas
tersebut. Namun, semua link yang mengacu pada server TeslaCrypt– tampaknya,
pembuat malware ini tidak berniat untuk memberikan uang dari korban mereka ke
kompetitor," ujar Fedor Sinitsyn, analis malware senior di Kaspersky Lab.
Rekomendasi Kepada Pengguna
Buat salinan cadangan dari berkas penting Anda secara berkala. Salinan
harus disimpan dalam media yang dapat dilepaskan secara fisik segera setelah penyalinan
selesai.
Sangat penting untuk meng-update software Anda tepat waktu, terutama
browser dan plugins.
Apabila masih ada program jahat yang mendarat di sistem Anda, sebaiknya
segera diserahkan ke produk keamanan terbaru dengan database yang sudah di-update
dan modul keamanan telah aktif.
Produk Kaspersky Lab mendeteksi program jahat ini sebagai
Trojan-Ransom.Win32.Bitman.tk, dan sukses melindungi penggunanya dari ancaman
program tersebut.
Sebagai tambahan, Cryptomalware Countermeasure Subsystem diimplementasikan
dalam solusi Kaspersky Lab. Sistem ini mencatat aktivitas dari aplikasi
mencurigakan yang mencoba membuka berkas personal pengguna dan segera membuat
salinan cadangan dari berkas tersebut. Apabila aplikasi ini dinilai berbahaya,
sistem secara otomatis melakukan rollback perubahan yang tidak diminta pengguna
dengan mengganti berkas tersebut dengan salinan. Dengan demikian, pengguna
terlindung dari cyptomalware yang belum dikenali.
Menurut WE Online, Jakarta - Kasperky Lab telah mendeteksi adanya
perilaku ganjil dalam ancaman terbaru darikelompok ransomware enkriptor,
TeslaCrypt. Versi 2.0 dari Trojan yang terkenal menginfeksi komputer para gamer
ini, memperlihatkan halaman HTML di web browser yang merupakan salinan dari CryptoWall
3.0, program ransomware lain yang juga terkenal kekejamnya.
Kemungkinan pelaku ancaman melakukan ini sebagai sebuah bentuk
pernyataan: sejauh ini, masih banyak berkas komputer yang dienkripsi oleh
CryptoWall tidak dapat didekripsi, tidak seperti kasus-kasus infeksi TeslaCrypt
yang lalu. Setelah infeksi sukses, program jahat ini menuntut tebusan sebesar
US$500 untuk kunci dekripsi; bila korban menunda, jumlah tebusan bertambah dua
kali lipat.
Kasus awal dari TeslaCrypt terdeteksi pada Februari 2015 dan ransomware
Trojan baru ini langsung memperoleh reputasi sebagai ancaman berbahaya bagi
para komputer gamer. Di antara tipe berkas yang menjadi targetnya, TeslaCrypt
mencoba untuk menginfeksi berkas gaming khusus: game saves,profil pengguna,
rekaman ulangan adegan, dan sebagainya. Namun demikian, TeslaCrypt tidak dapat
mengenkripsi berkas yang ukurannya lebih besar dari 268MB.
Mekanisme Infeksi
Ketika menginfeksi korban baru, TeslaCrypt membuat alamat Bitcoin baru
dan unik untuk mendapatkan uang tebusan dan kunci rahasia untuk menarik uang
tersebut. Server C&C TeslaCrypt berlokasi di dalam jaringan Tor. Trojan
versi 2.0 ini menggunakan dua set kunci: satu set unik dan berada dalam sistem
yang terinfeksi, sedangkan satu set lainnya dibentuk berulang kali setiap
program di-relaunch dalam sistem. Selain itu, kunci rahasia yang digunakan
untuk mengenkripsi berkas pengguna tidak disimpan dalam hard drive, sehingga
membuat proses dekripsi menjadi jauh lebih rumit.
Program dari kelompok malware TeslaCrypt ketika diamati menyebarluas
melalui exploit kit Angler, Sweet Orange, dan Nuclear. Dalam mekanisme
penyebaran malware ini, korban mengunjungi situs yang terinfeksi dan kode
program ini memanfaatkan kerentanan browser, biasanya dalam plugins, untuk
memasang malware di komputer target.
"TeslaCrypt, pemburu para gamer, didesain untuk menipu dan
mengintimidasi pengguna. Misalnya, versi sebelumnya menampilkan pesan kepada
korban yang mengatakan bahwa berkas mereka dienkripsi oleh RSA-2048 encryption
algorithm yang terkenal itu, dan kemudian mendemonstrasikan bahwa tidak ada
pilihan lain selain membayar tebusan. Kenyataannya, penjahat cyber ini tidak
menggunakan algoritma tersebut. Di modifikasinya yang terbaru, TeslaCrypt
meyakinkan korban bahwa mereka berurusan dengan CryptoWall – apabila berkas
pengguna terenkripsi olehnya, tidak ada jalan untuk mendekripsikan berkas
tersebut. Namun, semua link yang mengacu pada server TeslaCrypt– tampaknya,
pembuat malware ini tidak berniat untuk memberikan uang dari korban mereka ke
kompetitor," ujar Fedor Sinitsyn, analis malware senior di Kaspersky Lab.
Rekomendasi Kepada Pengguna
Buat salinan cadangan dari berkas penting Anda secara berkala. Salinan
harus disimpan dalam media yang dapat dilepaskan secara fisik segera setelah penyalinan
selesai.
Sangat penting untuk meng-update software Anda tepat waktu, terutama
browser dan plugins.
Apabila masih ada program jahat yang mendarat di sistem Anda, sebaiknya
segera diserahkan ke produk keamanan terbaru dengan database yang sudah di-update
dan modul keamanan telah aktif.
Produk Kaspersky Lab mendeteksi program jahat ini sebagai
Trojan-Ransom.Win32.Bitman.tk, dan sukses melindungi penggunanya dari ancaman
program tersebut.
Sebagai tambahan, Cryptomalware Countermeasure Subsystem diimplementasikan
dalam solusi Kaspersky Lab. Sistem ini mencatat aktivitas dari aplikasi
mencurigakan yang mencoba membuka berkas personal pengguna dan segera membuat
salinan cadangan dari berkas tersebut. Apabila aplikasi ini dinilai berbahaya,
sistem secara otomatis melakukan rollback perubahan yang tidak diminta pengguna
dengan mengganti berkas tersebut dengan salinan. Dengan demikian, pengguna
terlindung dari cyptomalware yang belum dikenali.
Komentar
Posting Komentar