Apa itu ransomware?
Ransomware adalah sebuah jenis malware (perangkat lunak
jahat) yang dapat muncul melalui berbagai cara, bertujuan untuk mempengaruhi
sistem sehingga memblokir data korban dankorban terpaksa membayar uang tebusan yang diinginkan
pembuat malware.
Bagaimana
cara kerja malware dan ransomware akan dijelaskan beerikut ini dan apa yang
dapat dilakukan orang-orang apabila mereka menjadi korban serangan siber.
Komputer di seluruh dunia dikunci dan file-file
penggunanya disandera untuk mendapatkan tebusan dalam sebuah serangan siber
hari Selasa yang melumpuhkan beberapa rumah sakit, kantor-kantor pemerintah,
dan perusahaan-perusahaan multinasional utama.
Berikut ini sekilas penjelasan mengenai cara kerja
malware dan ransomware dan apa yang dapat dilakukan orang-orang apabila mereka
menjadi korban serangan siber.
Bagaimana komputer anda
bisa terinfeksi oleh ransomware?
Pada kebanyakan kasus, perangkat lunak menginfeksi
komputer melalui tautan atau lampiran dalam pesan-pesan jahat yang dikenal
sebagai email phishing.
“Nasihat yang sudah lama dipegang adalah jangan pernah
mengklik tautan dalam sebuah email,” ujar Jerome Segura, seorang peneliti
senior untuk intelijen program jahat dari Malwarebytes, sebuah perusahaan yang
berpusat di San Jose, California, yang telah merilis perangkat lunak
anti-ransomware. “Gagasan yang ada di belakangnya adalah untuk memperdaya
korban agar menjalankan sederet kode jahat.”
Perangkat lunak ini biasanya tersembunyi dalam tautan
atau lampiran dalam email. Begitu pengguna mengklik tautan atau membuka
dokumen, komputernya terinfeksi dan perangkat lunak mengambil alih.
Namun beberapa dari serangan ransomware utama
baru-baru ini, termasuk WannaCry dan yang menyebar hari Selasa kemarin,
meminjam kode National Security Agency yang dibocorkan yang memungkinkan
perangkat lunak itu untuk menyebar dengan cepat dalam jaringan komputer sebuah
organisasi.
Cara kerja ransomware
“Ransomware, seperti namanya, adalah perangkat lunak
yang menyandera file-file milik anda untuk mendapatkan tebusan,” ujar Peter
Reiher, sorang profesor di UCLA yang memiliki spesialisasi pada ilmu komputer
dan keamanan siber. “Perangkat lunak itu menemukan semua file anda dan
mengenkripsinya serta kemudian meninggalkan pesan untuk anda. Kalau anda ingin
memperoleh kembali akses ke data-data milik anda, maka anda harus membayar
tebusan.”
Ransomware mengenkripsi data di komputer dan
menggunakan kunci enkripsi yang hanya diketahui penyerang. Apabila tebusannya
tidak dibayar, maka seringkali data dihapus secara permanen.
Ketika sebuah ransomware mengambil alih sebuah
komputer, para penyerang lumayan terus terang terkait dengan tuntutannya, ujar
Segura. Pada kebanyakan kasus, mereka mengubah wallpaper komputer dan memberi
instruksi spesifik yang menginformasikan kepada pengguna cara membayar tebusan
untuk memperoleh kembali akses ke file-file mereka.
Kebanyakan penyerang menuntut tebusan antara $300
hingga $500 untuk menghilangkan infeksi ransomware jahat; tuntutannya bisa naik
dua kali lipat apabila jumlah tebusan yang diminta tidak dibayar dalam waktu 24
jam. Tuntutan pada serangan di hari Selasa kemarin besarnya $300 per komputer,
menurut para peneliti keamanan.
Penegak hukum tidak menyarankan orang untuk membayar
tebusan-tebusan ini.
Cara mencegah serangan
ini
Langkah pertama adalah selalu waspada, ujar para
pakar. Para pengguna harus memperhatikan pesan-pesan email jahat yang sering
menyamar seolah-olah berasal dari perusahaan atau orang yang sering
berinteraksi dengan anda di jagat online. Penting untuk menghindari mengklik
tautan atau membuka lampiran dari pesan-pesan yang mencurigakan itu, karena
dapat mengaktifkan malware, ujar Villasenor.
Namun Villasenor mengatakan tidak ada “solusi yang
sempurna” untuk permasalahan ini.
Para pengguna harus sering-sering membuat data
cadangan dan memastikan pembaharuan keamanan perangkat lunak telah diinstal di
komputer anda segera setelah mereka dirilis. Cadangan data terbaru memungkinkan
anda memulihkan file-file tanpa harus membayar tebusan.
WannaCry dan serangan yang terjadi hari Selasa lalu
mengeksploitasi kerentanan di beberapa versi Microsoft Windows. Microsoft telah
merilis program tambalan perangkat lunak untuk menutup celah-celah keamanan,
meskipun tidak semua orang telah memasang semua pembaharuan itu.
Bahkan demikian,
malware baru ini tampaknya memiliki mekanisme penyebaran cadangan, jadi
meskipun beberapa komputer sudah menginstal program tambalan, mereka masih
dapat diserang apabila satu atau lebih komputer yang ada di jaringan masih
belum menginstal aplikasi tambalan yang diperlukan.
Komentar
Posting Komentar